TRIBUNNEWS.COM, SURIAH - Lima tahun sudah perang sipil di Suriah terjadi.
Jutaan pengungsi mencari tempat teraman untuk kelangsungan hidup keluarga mereka.
Tak hanya rumah, mereka juga meninggalkan teman-teman dan kerabat dekat mereka.
Yang paling menderita akibat perang berkepanjangan ini, tak lain dan tidak bukan adalah anak-anak; bagaimana kondisi kesehatan mereka, bagaimana pendidikan mereka, dan di manakah anak-anak ini tidur saat perang terjadi?
Fotografer Magnus Wennan, yang berkeliling Eropa dan Timur Tengah mendokumentasikan anak-anak korban perang, memberikan jawabannya.
Shehd (7)
Shehd merupakan sosok yang ceria. Ia sangat menyukai menggambar. Dari pemantauan ibunya, ia sangat menyukai menggambar senapan. “Ia melihatnya (senapan) sepanjang waktu,” kata ibunya.
0 comments:
Post a Comment