Sunday, November 22, 2015

#2:berita Tujuh Generasi, Warga Desa Ini Berbicara dengan Bahasa Isyarat


tribunnews.com - #2:berita Tujuh Generasi, Warga Desa Ini Berbicara dengan Bahasa Isyarat


tribunnews.com - Para turis asing yang mengunjungi Bali biasanya memilih menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan warga lokal.


Selain itu, terkadang beberapa turis asing telah menguasai bahasa Indonesia dan menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi di Bali.

Karena itu, penduduk di Bali biasanya menggunakan dua bahasa itu untuk berbicara dengan turis atau wisatawan.
Namun, sebuah desa yang berada di sebuah hutan di wilayah utara Bali menggunakan bahasa unik yang lebih sulit dipahami.

Orang asing dan penduduk Bali menyebutnya "kata kolok", bahasa yang tidak pernah diucapkan.

Kata kolok dikenal sebagai "pembicaraan orang tunarungu", sebuah bahasa yang sangat unik, bahasa isyarat pedesaan, berbeda dengan bahasa isyarat internasional atau Indonesia.

Bahasa isyarat ini sudah menjadi bahasa utama yang digunakan warga Desa Bengkala yang berada di hutan utara Bali Bengkala secara turun-temurun.

Di Bali, banyak penduduk lokal menyebut Desa Bengkala sebagai "Desa Kolok" atau "Desa Tuli".

0 comments:

Post a Comment