Liputan6.com, New York - Seorang wanita tergabung dalam Gereja Monster Spageti Terbang, sebuah komunitas kepercayaan yang disebut Pastafarian.
Lindsay Miller, namanya, bersikukuh untuk menunjukkan identitas keyakinannya, dengan mengenakan saringan pasta di kepala selayaknya topi ke manapun ia pergi. Hal itu juga ia lakukan bahkan saat membuat pasfoto untuk SIM.
Setelah sempat ditolak, Miller kini bisa melakukan niatnya. Pada Agustus lalu, ia memperbarui SIM-nya di Massachusetts Registry of Motor Vehicle (RMV), dan ditolak karena ia mengenakan saringan spageti di kepala.
"Mereka menertawakan saya," tutur Miller pada Boston Globe mengenai pengalamannya. "Saya berpikir ini tidak adil, saya berpikir, 'hanya karena Anda (RMV) belum pernah mendengar mengenai kepercayaan ini, bukan berarti SIM saya harus ditolak.'"
Jubir dari RMV menuturkan bahwa penutup kepala atau topi tidak boleh dipakai saat foto SIM, namun ada pengecualian dalam alasan religius.
Miller menyatakan bahwa mengenakan saringan di kepala merupakan bentuk pembaktian pada Monster Spageti Terbang, dewa kepercayaan Pastafarian.
Setelah insiden pada bulan Agustus itu, Miller mengajukan banding dan menunjuk Patty DeJuneas, seorang anggota Secular Legal Society--jaringan pengacara American Humanist Association untuk membantu kasusnya.
"Amandemen Pertama berlaku pada semua orang dan setiap kepercayaan, saya kecewa mendengat Lindsay diolok karena menginginkan kebebasan dan proteksi yang dimiliki orang-orang dengan kepercayaan lainnya," ungkap DeJuneas dalam sebuah pernyataan yang dirilis AHA, dikutip
0 comments:
Post a Comment