tribunnews.com I BOJONEGORO - Lebih dari 100.000 siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten
Bojonegoro memecahkan Musium Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori Senam Anti Korupsi. Pemecahan rekor ini berlangsung di Stadion Letjend Sudirman, Jumat (20/11/2015) pagi.
Peserta sebanyak itu terdiri dari 4.500 peserta yang melakukan senam di Stadion Bojonegoro, sedangkan 95.000 siswa dan siswi di seluruh wilayah Bojonegoro mulai jenjang TK dan SD dilakukan di sekolah masing-masing secara serentak.
Peserta senam menggunakan seragam olah raga sekolah masing-masing. Ketika dilihat dari tribun paling atas, warna lapangan stadion menjadi warna warni. Ada seragam olah raga berwarna merah muda, gabungan hijau dengan kuning, kuning dengan hitam, dan hitam dengan putih.
Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Senam anti korupsi ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Dengan
senam ini diharapkan akan menjadi pintu masuk bagi KPK mendidik anti korupsi sejak dini kepada anak-anak bangsa.
Pemecahan rekor MURI senam anti korupsi ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan dari Direktur Rekor MURI Indonesia, Yanti. Kemudian, Yanti menyerahkan piagam MURI kepada Wakil Bupati
Bojonegoro, Dinas Pendidikan, dan Panitia penyelenggara
senam anti korupsi.
Ketua Penyelenggara, Sukarni mengatakan, senam Anti Korupsi ini dalam rangka menyadarkan pentingnya hidup bersih dan jujur. Generasi dini, yakni siswa TK dan SD diharapkan mengerti dan nantinya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kejujuran dan bahayanya sikap korup.
“Senam ini ciptakan anak-anak dan guru di Bojonegoro dengan perpaduan kebudayaan khas Bojonegoro,” kata Sukarni.
0 comments:
Post a Comment